Menteri Pertahanan Malaysia Akui Terlibat dalam Perang Yaman
Posted by @Editor on 22nd June 2018
| 53 views

Aktualpress.com—Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu, menyatakan bahwa negaranya tengah mempertimbangkan untuk mencabut keterlibatan mereka dalam agresi militer Arab Saudi di Yaman.

“Mengapa kita terlibat dalam menyerang Yaman, negara Islam lain?” tanya Sabu kepada The Malaysian Insight pada Rabu (20/6/18).

“Kami tidak mau terlibat dalam konflik semacam itu,” tambahnya.

Menteri pertahanan baru yang lebih dikenal dengan nama Mat Sabu itu menilai bahwa keterlibatan itu telah memorosokkan Malaysia “secara tidak langsung” di Timur Tengah dan merusak kebijakan netral mereka di kawasan.

Dia berkeyakinan bahwa Malaysia tidak pernah berpihak dengan ideologi politik manapun dari negara adidaya dunia.

Sebelumnya, media Saudi menyebut Malaysia sebagai salah satu dari 34 negara yang bekerjasama dengan kerajaan Saudi untuk “melawan terorisme.”

Pada 14 April lalu, pasukan militer Malaysia diketahui mengikuti latihan militer bersama bernama “Perisai Teluk (Persia) 1” di Damman, Arab Saudi.

Penyataan Sabu ini disampaikan setelah sebuah badan HAM lokal, Lawyers for Liberty, menyerukan agar Malaysia berhenti terlibat dalam serangan kejam yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah.

Lawyers for Liberty mendesak Sabu untuk menjelaskan kehadiran tentara Malaysia di Riyadh dan keterlibatan mereka di perang Yaman.

“Malaysia tidak punya kepentingan untuk terlibat dalam perang Yaman,” kata direktur eksekutif Lawyers for Liberty, Eric Paulsen, pada Selasa lalu.

“Jika benar tentara kita dikirim ke sana untuk membantu upaya evakuasi, maka pekerjaan itu seharusnya sudah selesai sekarang, dan tidak perlu ada pasukan lain di sana yang bertugas selama lebih dari tiga tahun,” paparnya.

Menteri pertahanan sebelum Sabu, Hishammuddin Hussein, sebelumnya menyanggah keterlibatan Malaysia dalam program militer Saudi. Ia mengaku, tentara Malaysia dikirim ke sana untuk mengevaluasi situasi.

Arab Saudi, dengan sekutu-sekutu regional mereka seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain, telah melakukan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Sejauh ini, terdapat lebih dari 13.000 warga Yaman yang terbunuh akibat agresi tersebut.

PBB menamai konflik yang berjalan di Yaman ini sebagai “krisis kemanusiaan paling besar di dunia. Konflik ini mengakibatkan 7 juta orang kelaparan dan sekitar 17 juta jiwa atau 60% populasi negara itu menghadapi ketidakamanan pangan.

Dalam sebuah pertemuan pada Jumat lalu, PBB memperingatkan bahwa akan ada jutaan warga sipil Yaman yang diperkirakan mengalami mati kelaparan sebelum akhir tahun 2018 ini akibat dari agresi koalisi pimpinan Arab Saudi. (ra/presstv)

SHARE THIS: