Haley Marah Kepada PBB karena Ungkap Tingkat Kemiskinan di AS
Posted by @Editor on 23rd June 2018
| 55 views

Aktualpress.com—Seorang pejabat Amerika, Sen. Bernie Sanders, baru-baru ini meminta pemerintah Donald Trump untuk segera mengambil langkah darurat untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang ekstrem di AS.

Pasalnya, PBB sebelumnya mengeluarkan laporan mengejutkan bahwa terdapat puluhan juta warga Amerika yang menderita “kemiskinan yang masif”.

Merespon hal ini, Duta AS untuk PBB, Nikki Haley, mengirim surat kepada Sanders pada Kamis (21/6/18) yang berisi pesan bahwa PBB “konyol” karena melakukan pengusutan terhadap kemiskinan di Amerika. Nikki menganggap PBB tidak perlu melakukan itu karena Amerika adalah “negara paling kaya dan paling bebas di dunia.”

Sanders segera membalas surat itu, dengan berargumen bahwa PBB justru harus mengusut kemiskinan yang merajalela di Amerika karena negara ini adalah negara terkaya di planet.

“Anda benar ketika mengatakan bahwa kemiskinan di banyak negara termasuk Kongo dan Burundi jauh lebih buruk dari AS,” tulis  Sanders kepada Haley.

“Tapi, hal penting yang harus dicatat tentang kemiskinan di Amerika adalah bahwa ini terjadi di negara terkaya dalam sejarah dunia dan terjadi ketika kesenjangan kekayaan dan pendapatan mencapai tingkat tertinggi sejak 1920-an,” lanjutnya.

“Saya yakin Anda tahu, sekarang ini di Amerika meski angka pengangguran rendah, sebanyak 40 juta orang masih hidup dalan kemiskinan, lebih dari 30 juta tidak punya asuransi kesehatan, lebih dari setengah pekerja dewasa tidak punya tabungan pensiun, 140 juta berjuang untuk membayar kebutuhan dasar… dan jutaan meninggalkan sekolah dengan utang besar…,” paparnya.

Sebagai penutup, Sanders menulis: “Karena semua ini terjadi, saya secara pribadi percaya bahwa Pelapor Spesial PBB sangat layak berfokus kepada kemiskinan di AS.”

Amerika Serikat dengan aset 19 triliun dolar produk domestik bruto (PDB) tercatat sebagai negara terkaya dunia. Perusahaan terkaya dunia juga berada di Amerika dan orang terkaya dunia juga hidup di negara ini. Meski demikian, Philip Alston, pelapor khusus PBB terkait kemiskinan dan dampaknya bagi hak asasi manusia Amerika menyatakan, negara bagian Alabama memiliki warga paling miskin di antara negara-negara maju dunia.

Data kemiskinan dan kekerasan di Amerika menunjukkan parahnya kondisi yang ada. Di sebuah negara yang produk domestik brutonya terbesar dan miliarder dunia kebanyakan hidup di negara ini, ternyata banyak warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Maraknya kemiskinan di antara jutaan warga Amerika dengan sendirinya memperparah peluang kejahatan dan kemiskinan. Mayoritas warga terpaksa melakukan kejahatan seperti pencurian, perampokan dan menjadi anggota mafia narkotika untuk melanjutkan kehidupannya. Kebebasan membawa senjata di Amerika juga mendorong kejahatan di negara ini meningkat drastis. Korban kekerasan ini mencakup seluruh lapisan masyarakat dan strata sosial, mulai dari anak-anak di sekolah, aktivis sosial, pejalan kaki hingga aparat keamanan. (ra/mintpress/parstoday)

 

SHARE THIS: