AS: Korut Harus Teladani Vietnam
Posted by @Editor on 10th July 2018
| 39 views

Aktualpress.com—Menlu AS Mike Pompeo meminta Korea Utara untuk meneladani Vietnam yang berhasil menormalisasi hubungan dengan Washington dan mencapai kemakmuran.

Berbicara kepada para petinggi bisnis di ibukota Vietnam, Hanoi, pada Minggu (8/7/18), Pampeo mengaku berharap agar AS dapat mencapai tingkat persahabatan yang sama Korut seperti yang telah terjalin dengan Vietnam, di mana Vietnam sendiri dahulu merupakan musuh lama AS.

Hal ini sesuai dengan kepercayaan Presiden AS Trump  bahwa Korut dapat mencontoh jalan yang ditempuh Vietnam.

Pampeo mengklaim, kunci pertumbuhan ekonomi di Vietnam adalah karena mau menjalin hubungan baik dengan AS pasca akhir Perang Vietnam pada 1975.

Kedua negara ini mulai bekerjasama pada 1985 dalam pemulangan tentara-tentara Amerika yang hilang di Vietnam.

Pompeo memuji bahwa selama dua dekade terakhir, perdagangan bilateral AS dan Vietnam telah meningkat sebanyak 8.000 persen, dan perusahaan Amerika telah menanam investasi milayaran dollar di negara Asia Tenggara itu.

“AS telah menyampaikan dengan jelas apa yang kami inginkan dari Korea Utara…,” katanya. “Pilihannya sekarang bergantung dari Korea Utara dan rakyatnya.”

Komentar ini disampaikan Pampeo tak lama setelah pertemuannya dengan pejabat Korut di Pyongyang. Pertemuan ini ditujukan untuk memaksa pemimpin Korut Kim Jong-un untuk melepaskan senjata nuklir negaranya.

Namun, pertemuan itu ternyata tidak membuahkan hasil positif. Tak lama setelah Pampeo meninggalkan Pyongyang, pemerintah Korut merilis pernyataan bahwa AS telah menyampaikan “permintaan laksana preman untuk denuklirisasi.”

Seorang mantan diplomat AS menilai, Korea Utara telah menyaksikan bagaimana AS melakukan standar ganda terkait program nuklir di berbagai negara.

Contohnya, AS menerima nuklir militer Israel namun tidak mengizinkan program nuklir Iran yang damai.

“Korea Utara melihat apa yang telah terjadi kepada Iran [tentang pengunduran AS dari JCPOA] dan bagaimana Iran mematuhi itu [perjanjian nuklir], namun mereka tetap mendapat lebih banyak sanksi,” kata Michael Springman kepada Press TV pada Minggu (7/7/18).

“Dan di saat yang sama, Korut melihat Israel yang tidak dikontrol dan tidak dipertanyakan tentang senjata nuklir pemusnah massal mereka,” lanjutnya. (ra/presstv)

SHARE THIS: