Ribuan Warga Chicago Demo tentang Senjata Api
Posted by @Editor on 10th July 2018
| 44 views

Aktualpress.com—Ribuan warga AS melakukan aksi protes di kota Chicago tentang kekerasan senjata api yang menyebar di kota itu.

Aksi ini dilakukan pada Sabtu (7/7/18) di lima jalan utara Dan Ryan Expressway Chicago, yang membuat jalan raya antar negara bagian itu terhenti.

Mereka mendemo masalah senjata api yang telah menarik ratusan nyawa di sejumlah kawasan termiskin di kota itu.

Beberapa peserta menulis pesan di aspal jalanan dengan kapur, seperti tulisan “Enough is enough” dan “Peace“.

Mereka juga meneriakkan slogan seperti “Hentikan [kekerasan]!” dan “Nyawa warga kulit hitam itu penting!”

Selain masalah kekerasan senjata api, para peserta juga menuntut pemerintah agar menyediakan lebih banyak pekerjaan, sekolah yang lebih baik, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat.

Seorang peserta aksi, Laura Hussein, mengatakan kepada CNN  bahwa dia dan anaknya yang berumur 18 tahun dan sejumlah rekannya berpartisipasi dalam demo ini “karena harga dari ketidakpedulian terhadap kekerasan senjata api di Chicago terlalu tinggi.”

“Setiap minggu kita kehilangan perempuan, anak-anak, dan terutama laki-laki kulit hitam dan kulit coklat akibat kekerasan senjata,” katanya.

Menurut data  Centers for Disease Control and Prevention, lebih dari 32.000 orang meninggal akibat senjata api di AS. Ini merupakan angka korban paling tinggi di antara negara-negara industri lainnya.

Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health, Universitas Colorado dan Universitas Northeastern menemukan bahwa terdapat sekitar tiga juga warga AS yang membawa pistol tangan setiap hari. Sementara 9 juta orang membawanya setidaknya sebulan sekali.

Penembakan massal sekolah Florida telah menimbulkan debat nasional mengenai kebutuhan untuk memperketat undang-undang senjata di AS.

Pihak penentang pengetatan UU senjata, yang salah satu diantaranya adalah Asosiasi Senapan Nasional (NRA), menuding tuntutan kontrol senjata ini disetir motivasi politik.

“Mereka benci NRA. Mereka benci Amendemen Kedua. Mereka benci kebebasan individual,” kata ketua NRA, Wayne LaPierre, dalam Conservative Political Action Conference pada Kamis.

Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health, Universitas Colorado dan Universitas Northeastern menemukan bahwa terdapat sekitar tiga juga warga AS yang membawa pistol tangan setiap hari. Sementara 9 juta orang membawanya setidaknya sebulan sekali.  (ra/presstv)

 

 

 

SHARE THIS: