Ketika Korut ‘Tersinggung’ atas Sikap ‘Preman’ AS
Posted by @Editor on 12th July 2018
| 19 views

Aktualpress.com—Menlu AS Mike Pompeo telah melakukan pendekatan ‘seperti preman’  kepada Korea Utara, sehingga membuat pihak itu ‘tesinggung’. Demikian kata E. Michael Jones, seorang penulis dan analis politik dari Indiana.

Jones, yang juga merupakan komentator media dari majalah Culture Wars, memaparkan analisisnya dalam sebuah wawancara telepon kepada Press TV pada Selasa (10/7/18).

Belum lama ini, menlu AS Pompeo melakukan pertemuan dengan para pejabat Korut untuk menyelesaikan isu senjata nuklir. Namun, setelah pertemuan itu berakhir, pemerintah Korut merilis pernyataan bahwa negosiasi itu “mengecewakan”. Mereka pun menuding AS berperilaku “seperti preman” atas rencana denuklirisasi.

Pejabat AS, Lindsey Graham, menyalahkan sikap dingin Korut itu kepada pengaruh Cina di tengah ketengangan isu dagang antara Washington dan Beijing.

Namun, menurut Jones, kegagalan negosiasi tersebut disebabkan oleh sikap Mike Pompeo sendiri. “Itu sudah jelas,” katanya.

“Mike Pompeo adalah seorang preman yang pernah bekerja di CIA. Dia sombong, mendorong orang-orang, memberikan permintaan sepihak, dan pihak Korut menjadi tersinggung, dan mereka mundur. . . Jadi masalah utamanya berasal dari Mike Pompeo,” paparnya.

Mengenai pernyataan Lindsey Graham bahwa Cina bersalah atas masalah ini, Jones menilai bahwa Graham adalah “salah satu orang yang selalu mencari alasan untuk perang,”

“Lindsey Graham tidak pernah menemukan perang yang tidak ia sukai. Dia adalah salah satu penghasut perang terbesar di Kongres AS,” ujarnya.

“Jadi apa yang terjadi di sini bukan pengaruh jahat Cina, tapi pertunjukkan komedi kekeliruan,” imbuhnya.

 

Pempeo: Korut Harus Teladani Vietnam

Tak lama setelah pertemuan dengan pejabat Korut di Pyingyang, Pompeo mengunjungi Hanoi untuk bertemu para petinggi bisnis Vietnam pada Minggu (8/7/18). Dalam pidatonya, ia meminta Korea Utara untuk meneladani Vietnam yang berhasil menormalisasi hubungan dengan Washington dan mencapai kemakmuran.

Pampeo mengaku berharap agar AS dapat mencapai tingkat persahabatan yang sama Korut seperti yang telah terjalin dengan Vietnam, di mana Vietnam sendiri dahulu merupakan musuh lama AS.

Hal ini sesuai dengan kepercayaan Presiden AS Trump  bahwa Korut dapat mencontoh jalan yang ditempuh Vietnam.

Pampeo mengklaim, kunci pertumbuhan ekonomi di Vietnam adalah karena mau menjalin hubungan baik dengan AS pasca akhir Perang Vietnam pada 1975.

Kedua negara ini mulai bekerjasama pada 1985 dalam pemulangan tentara-tentara Amerika yang hilang di Vietnam.

Pompeo memuji bahwa selama dua dekade terakhir, perdagangan bilateral AS dan Vietnam telah meningkat sebanyak 8.000 persen, dan perusahaan Amerika telah menanam investasi milayaran dollar di negara Asia Tenggara itu. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: