Analis: Trump Lebih Berbahaya Dibanding Obama dan Bush
Posted by @Editor on 13th July 2018
| 26 views

Aktualpress.com—Presiden AS Donald Trump merupakan seorang penghasut perang yang lebih keras dibandingkan presiden pendahulunya. Maka dari itu, lebih cepat ia berhenti berkuasa, dunia akan lebih damai. Demikian kata seorang analis intelijen AS, Wayne Madsen.

Madsen, yang juga merupakan penulis dan kolumnis hubungan internasional, memaparkan analisisnya kepada Press TV pada Selasa (11/7/18).

Menurutnya, klaim Trump bahwa ia tidak mau ikut serta dalam agresi militer AS terdahulu adalah klaim yang jauh dari fakta. Faktanya kini, presiden ke-45 AS itu lebih mudah menyatakan perang dibandingkan mantan presiden George W. Bush dan Barack Obama.

“Dia telah menciptakan masalah dengan Cina. Dia mengklaim tanpa bukti bahwa Cina dengan cara tertentu bertanggungjawab atas langkah Kim Jong-un dari Korut yang tidak mengikuti perjanjian yang dibuat bersama Trump di Singapura… Dia menciptakan ketegangan di selat Taiwan dengan manuver AL ini,” paparnya.

Menurut laporan dari Bussines Insider, pada awal tahun ini Pentagon diam-diam mengubah kalimat visi dan misi mereka dalam website resmi mereka.

Pada awalnya, Pentagon mendefinisikan misi mereka yaitu dengan menyediakan “pasukan militer yang  dibutuhkan untuk menghalangi perang dan untuk melindungi keamanan negara kita,”

Namun, kini kalimat itu berubah menjadi: “Misi Departemen Pertahanan adalah untuk menyediakan Pasukan Gabungan yang mematikan untuk membela keamanan negara kita dan menjaga pengaruh Amerika di luar negeri.”

Perubahan ini memperlihatkan pergeseran pendekatan pemerintah Donald Trump bagi keamanan nasional AS yang lebih agresif.

 

Trump Jatuhkan Bom Setiap 12 Menit

Seorang aktivis, aktor, penulis, dan komedian asal Amerika, Lee Camp, mengkritik negaranya sendiri karena tidak pernah membicarakan militer Presiden AS Donald Trump yang menjatuhkan 1 bom setiap 12 menit di Timur Tengah.

Dalam artikelnya yang dimuat di RT pada 21 Juni 2018, Lee menyebut bahwa masyarakat Amerika tidak pernah merasakan atau menyadari bahwa mereka hidup dalam negara yang menyebabkan perang terus menerus.

“Ketika Anda sedang makan gelato di tempat umum di mana ada daun mint kecil yang ditaruh di atasnya, seseorang sedang dibom [di suatu tempat],” tulisnya.

“Ketika kita sedang tidur, makan… di hari yang cerah, sebuah rumah milik seseorang, keluarga, hidup, dan tubuhnya dihancurkan demi hidup Anda… dan itu terjadi setiap 12 menit sekali,”

Lee menulis, militer AS menjatuhkan bom eksplosif setiap 12 menit sekali, dan itu dilakukan ketika AS secara teknis tidak berperang dengan negara manapun.

Maka, ia menulis, masyarakat Amerika tidak hidup dalam dunia yang rasional.

“Sebaliknya, kita hidup dalan dunia di mana Pentagon benar-benar bekerja di luar kontrol. Beberapa minggu yang lalu, saya menulis bahwa ada sekitar $21 triliun (ini bukan salah ketik) yang hilang dipakai oleh Pentagon,” paparnya.

Dari semua presiden Amerika yang menjatuhkan bom di berbagai tempat, menurut Lee, pemerintah Donald Trump-lah yang menjatuhkan bom paling banyak. Menurut data dari Pentagon, selama 8 tahun kepemimpinan George W. Bush, ia rata-rata menjatuhkan 24 bom setiap hari, atau 8.750 pertahun. Obama  menjatuhkan 34 bom perhari atau 12.500 pertahun. Dan, di masa Trump, hanya dalam satu tahun pertamanya memerintah, ia menjatuhkan rata-rata 121 bom perhari. (ra/presstv/bussinesinsider/rt)

 

SHARE THIS: