Trump: Uni Eropa dan Cina Memanipulasi Mata Uang
Posted by @Editor on 22nd July 2018
| 58 views

Aktualpress.com—Presiden AS Donald Trump menuding Uni Eropa dan Cina telah “memanipulasi mata uang mereka”, tak lama setelah dia menjatuhkan tarif atas semua produk impor Cina.

Tudingan tersebut ia sampaikan dalam sebuah tweet pada Jumat (20/7/18).

“Cina, Uni Eropa dan lainnya telah memanipulasi mata uang dan suku bunga mereka lebih rendah, …sementara dollar AS semakin kuat setiap hari. Seperti biasa, tidak semua punya kesempatan untuk sukses di sini,” tulisnya.

Dalam tweet lain, Trump menuliskan bahwa AS “tidak pantas dihukum” karena pemerintahnya melakukan hal yang baik.

“AS seharusnya dibolehkan untuk mendapatkan kembali apa yang hilang akibat dari manipulasi mata uang ilegal dan Perjanjian Dagang yang BURUK,” tulisnya.

Trump mengatakan kepada CNBC bahwa Washington “jatuh dalam jumlah yang luar biasa” dalam hal perdagangan dengan Beijing. Ia menilai, negara Asia itu melakukan praktik perdagangan yang “tidak adil.”

Sebagai respon, Beijing mengecam uniteralisme Amerika dan membuat pernyataan komplain bersama dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap tarif yang dijatuhkan AS.

Namun, segera setelah Trump mengunggah tweet tersebut, dolar AS terpukul. Euro, Yuan dan Yen menguat terhadap Dollar, dan indeks Dolar AS diperdagangkan 0,7% lebih rendah ke 94,478 setelah cuitan Trump, menandai kinerja terburuk dalam tiga pekan.

 

Cina Akan Jadi Kekuatan Ekonomi No.1 Tahun 2032

Para peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) asal London mengeluarkan laporan yang mengejutkan. AS kemungkinan akan kehilangan dominasi ekonomi globalnya dan digantikan oleh Cina sebagai kekuatan ekonomi nomor satu dunia sebelum tahun 2032.

Menurut laporan tersebut, Cina telah sukses mendorong pertumbuhan ekonomi mereka dimulai tahun 2007.

Laporan ini juga menyebutkan empat negara Asia lainnya yaitu India, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia – yang akan mengikuti Cina dalam daftar 10 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar global.

10 negara tersebut adalah Cina di peringkat atas, diikuti AS, India, Jepang, Jerman, Brazil, Inggris, Korea Selatan, Prancis, dan Indonesia.

“Cina telah berhasil mempertahankan pertumbuhan [ekonomi] dan mendapatkan momentum reformasi,” kata ekonom utama Bank Dunia untuk Cina, John Litwack, sembari merujuk pertumbuhan GDP Cina sebesar 6,8 persen pada tahun 2017.

“Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah kebijakan dan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi ketidakseimbangan makroekonomi dan membatasi risiko keuangan tanpa berdampak besar pada pertumbuhan,” lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita Sputnik. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: