Makna Tradisi Mitoni Dalam Adat Jawa
Posted by Lestari on 4th August 2018
| 35 views

AktualPress.com – Tradisi mitoni atau yang disebut juga dengan tradisi tingkeban adalah sebuah tradisi masyarakat Jawa yang dikhususkan untuk ibu hamil ketika usia kehamilannya memasuki bulan ke-7. Mitoni berasal dari akar kata pitu yang artinya tujuh. Selain itu, pitu juga disematkan untuk kata pitulungan yang artinya pertolongan untuk kelancaran dan kesehatan sang jabang bayi dan ibu ketika proses melahirkan nanti.

Pada usia tujuh bulan, janin bayi sudah hampir sempurna di dalam kandungan, sehingga membutuhkan pertolongan khusus dari Sang Mahakuasa. Tradisi mitoni dimaksudkan untuk memohon doa demi keselamatan ibu dan janin, serta mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas karunia besar yang diberikan kepada pasangan suami-istri.

Dalam prosesi mitoni, ada beberapa tradisi yang lazimnya dilakukan oleh masyarakat Jawa, meskipun hal ini sudah semakin tereduksi akibat globalisasi. Prosesi tersebut antara lain:

Pertama, sungkeman. Dalam prosesi sungkeman ini, pasangan suami-istri melakukan sungkem atau memohon doa restu kepada kedua orang tua untuk keselamatan dan kelancaran dalam persalinan nanti.

Kedua, siraman. Prosesi ini dilakukan dengan cara mandi menggunakan air siraman yang telah ditaburi kembang setaman. Siraman menyimbolkan kegiatan penyucian lahir maupun batin dari sang ibu dan janin dalam kandungan.

Ketiga, ngerogoh cengkir yang artinya tunas kelapa. Hal ini menyimbolkan cikal bakal bayi yang akan menjadi manusia dewasa.

Keempat, brojolan atau brobosan dari cengkir tadi. Brojolan artinya meluncurkan cengkir atau tunas kelapa ke bawah sebagai simbol dari kelahiran sang bayi.

Kelima, membelah cengkir atau membelah tunas kelapa sebagai simbol dari lahirnya sang bayi dari jalannya.

Keenam, pantes-pantesan yang artinya pantas memantaskan. Di sini sang ibu harus berganti pakaian sebanyak tujuh kali hingga para undangan mengatakan sudah pantas. Hal ini menyimbolkan kepantasan bagi sang bayi untuk lahir pada waktunya yang tepat.

Ketujuh, angrem seperti halnya ayam mengerami telurnya. Hal ini menyimbolkan kasih sayang dari sang ibu dan ayah kepada bayinya.

Kedelapan, potong tumpeng yang menandakan rasa syukur karena telah dianugerahi anak oleh Sang Mahakuasa. (AL/hipwee)

SHARE THIS: