AS Sangkal Terlibat dalam Serangan Drone ke Presiden Venezuela
Posted by @Editor on 7th August 2018
| 21 views

Aktualpress.com—Penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, menyangkal tuduhan keterlibatan Washington dalam upaya pembunuhan dengan serngan drone kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Serangan tersebut terjadi pada Sabtu (4/8/18) malam dalam sebuah parade militer di Caracas.

“Saya dapat dengan tegas menyatakan tidak ada keterlibatan pemerintah AS dalam [upaya] ini sama sekali,” kata Bolton dalam wawancara dengan “Fox News Sunday“.

Dia pun mengklaim bahwa AS akan siap meninjau dengan serius “informasi kuat” dari Venezuela tentang potensi pelanggaran hukum Amerika.

“Jika pemerintah Venezuela memiliki informasi kuat yang ingin mereka perlihatkan tentang potensi pelanggaran hukum kejahatan AS, kami akan meninjau itu dengan serius,” tegasnya.

Presiden Maduro, istrinya, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintah berhasil lolos dari upaya pembunuhan dengan drone berbahan peledak.

Maduro menyalahkan Kolombia atas serangan tersebut, meski setelah itu sebuah kelompok pemberontak tak dikenal mengaku bertanggungjawab.

Sang presiden sosialis itu seringkali menuding AS, yang telah lama menjatuhkan sanksi kepada para pejabat di pemerintahnya, melakukan upaya-upaya untuk menjatuhkannya dari kursi kekuasaan. Dia menilai upaya ini merupakan bagian dari serangan yang lebih luas kepada para pemimpin Amerika Latin yang berani melawan hegemoni AS.

 

Trump Ternyata Pernah Usulkan Penjajahan Terhadap Venezuela

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump pernah bertanya kepada penasihat luar negerinya pada tahun lalu tentang kemungkinan “opsi militer” terhadap Venezuela.

Pertanyaan itu disampaikan Trump dalam pertemuan di Kantor Oval pada 10 Agustus 2017, di tengah sanksi diplomatik yang dijatuhkan Washington kepada negara kaya minyak itu.

“Dengan Venezuela yang mengancam keamanan regional, mengapa kita tidak jajah saja negara bermasalah itu?” tanyanya, seperti dilaporkan oleh Associated Press pada Rabu (4/7/18), mengutip seorang pejabat senior yang tak mau disebutkan namanya.

Perkataan Trump itu membuat para penasihatnya tertegun, termasuk diantaranya mantan menlu Rex Tillerson dan mantan penasihat keamanan nasional, H. R. McMaster. Hal itu kemudian menciptakan debat panas selama sekitar 5 menit dalam rapat tersebut.

“Kita punya tentara di seluruh dunia di tempat yang sangat, sangat, jauh,” ujar Trump.

“Venezuela tidak terlalu jauh dan rakyatnya sedang sekarat. Kita punya banyak opsi untuk Venezuela, termasuk opsi militer jika dibutuhkan,” yakinnya.

Pejabat anonim itu mengatakan, para penasihat meminta Trump menarik ide tersebut, dengan alasan bahwa aksi militer apapun akan menjadi bumerang dan mengancam dukungan yang sudah dibangun AS dengan negara-negara Amerika Latin lainnya.  (ra/presstv)

SHARE THIS: