Kasus Perbudakan di Inggris Naik 27%
Posted by @Editor on 11th August 2018
| 67 views

Aktualpress.com—Kasus perbudakan modern di Inggris meningkat sebanyak 27% selama setahun terakhir, berdasarkan data dari Crown Prosecution Service (CPS).

Laporan bernama The Modern Slavery Report oleh CPS memperlihatkan bahwa terdapat sekitar 5.145 korban potensial yang dilaporkan kepada pihak berwenang pada tahun lalu, yang meningkat 35 persen dari setahun sebelumnya.

CPS memperingatkan bahwa geng obat-obatan terlarang mengeskploitasi “orang-orang rentan, seringkali anak-anak, untuk menjual obat-obatan ke seluruh negeri.”

Salah satu kasus besar perbudakan modern yaitu sebuah geng narkoba yang memperdagangkan perempuan Vietnam untuk bekerja di salon kuku dan sebuah keluarga Slovakia yang memaksa orang miskin dengan isu mental untuk melakukan pekerjaan kasar dan hidup dalam kondisi buruk.

Kasus lainnya adalah sebuah geng narkoba yang kedapatan memenjarakan seorang remaja dan memaksanya untuk menjadi kurir narkoba.

Polisi Inggris telah memperingatkan bahwa terdapat lebih banyak lagi kasus perbudakan modern yang “bekerja di salon kuku di seluruh kawasan Inggirs”.

Pada bulan Mei lalu, anggota parlemen Inggris mengakui bahwa kejahatan perbudakan modern tidak dimengerti oleh pemerintah dan mereka tidak tahu apakah tindakan pencegahan telah menghasilkan dampak positif.

“Perbudakan modern menyebabkan pengaruh buruk dan berjangka waktu lama kepada korban. Masyarakat kami tidak menerima pihak yang memperbudak orang lain, apakah itu untuk pekerjaan, seksual, atau eksploitasi kriminal,” kata  said Direktur Penuntutan Publik, Alison Saunders.

 

Studi: Populasi Miskin Inggris Meningkat Hingga 700.000

Yayasan sosial asal Inggris, Joseph Rowntree Foundation (JRF) mengungkapkan data yang mengejutkan tentang angka populasi miskin di Inggris. Selama 4 tahun terakhir, populasi miskin negara ini telah meningkat hingga 700.000 orang.

Menurut laporan yayasan ini, ada lebih banyak 400.000 anak dan 300.000 tahanan yang kini hidup dalam kemiskinan, dan membuat total rakyat miskin di Inggris berjumlah 14 juta orang.

Beberapa faktor atas terjadinya hal ini adalah karena naiknya harga rumah, harga makanan, dan semakin banyaknya orang yang tersangkut utang .

“Prospek penyelesaian kasus kemiskinan di Inggris sangat mengkhawatirkan. Meningkatnya lapangan kerja tidak lagi menurunkan angka kemiskinan. Perubahan manfaat dan kredit pajak untuk keluarga pekerja mengurangi pemasukan mereka yang punya pendapatan rendah,” tulis laporan tersebut.

Kepala UK Social Mobility Commission, Alan Milburn, dan tiga orang anggota komisi itu baru-baru ini memundurkan diri pada Sabtu (2/12/17) sebagai bentuk protes atas kegagalan pemerintah menciptakan “Inggris yang lebih adil.”

PM Inggris, Theresa May, pun berada di bawah tekanan besar untuk menyediakan rumah-rumah yang terjangkau untuk menghentikan pembekuan ekonomi selama 4 tahun ini.

“Angka-angka menghawatirkan ini memperlihatkan bahwa kita berada di titik balik dalam perang terhadap kemiskinan,” kata Campbell Robb, kepala eksekutif JRF.

“Selagi kita bersiap keluar dari Uni Eropa, kita harus memastikan bahwa negara kita dan ekonomi kita bekerja untuk semuanya dan tidak meninggalkan lebih banyak orang di belakang,” tambahnya. (ra/presstv)

SHARE THIS: