Mantan Pegawai Gedung Putih Sebut Trump Ingin Memulai ‘Perang Rasial’
Posted by @Editor on 21st August 2018
| 53 views

Aktualpress.com–Seorang mantan asisten Presiden AS Donald Trump membocorkan kepada publik tentang watak asli bosnya di Gedung Putih. Menurutnya, Trump “tidak tulus” dalam upaya membantu warga Afrika-Amerika, dan dia ingin memulai “sebuah perang rasial”.

“Banyak kita korbankan sekarang ini,” kata sang asisten, Manigault Newman, dalam wawancara kepada MSNBC pada Minggu (19/8/18), ketika berbicara tentang upaya Trump dalam menggalang dukungan dari penduduk Afrika-Amerika.

“Saya percaya dia ingin memulai perang rasial di negeri ini,” imbuhnya.

Omarosa merupakan selebriti yang namanya mencuat lewat program TV populer milik Trump, The Apprentice. Setelah Trump menjadi presiden, ia menduduki jabatan tinggi di Gedung Putih sebagai direktur komunikasi.

Namun, pada Desember tahun lalu, hubungan Omarosa dan Trump memburuk hingga Ketua Pegawai Gedung Putih John Kelley memecatnya.

Omarosa pun menjauhkan diri dari politik selama beberapa bulan dan kembali dengan sebuah buku yang membocorkan watak asli Trump, terutama masalah rasisme.

Dalam sejumlah wawancara promosi bukunya yang berjudul “Unhinged: An Insider’s Account of the Trump White House”, Omarosa blak-blakan menyebut Trump “rasis”. Ia pun mengaku menyimpan sejumlah rekaman audio dan video di mana Trump menyebutkan bahasa tidak senonoh tentang kaum Afrika-Amerika.

“Setiap kali dia bermasalah dengan komunitas [Afrika-Amerika], saya ada di sana,” katanya. “Satu hal yang saya sadari ketika saya di sana bahwa dia tidak tulus atas komitmennya akan perbedaan.”

Trump pun menyerang Omarosa dengan menyebutnya seorang “hina” dan “anjing”.

 

Aktivis Sebut Trump Bangkitkan Kembali Rasisme di AS

Pemilihan Donald Trump sebagai presiden AS telah membuat kejahatan kebencian dan diskriminasi bangkit kembali di Amerika.

Hal itu dinyatakan oleh aktivis asal Amerika, Margaret Kimberley dari Black Agenda Report, dalam wawancara kepada Press TV pada Minggu (1/10/17).

“Dia [Trump] telah membuat rasisme bangkit kembali. Jadi, orang rasis yang dulunya terbiasa menyembunyikan pikiran dan perasaan mereka, kini merasa berani [memperlihatkan rasisme]. Itulah salah satu hasil terbesar dari pemilihan [Trump],” kata.

Kimberly kemudian mengkritik Trump yang mengubah Amerika yang sejak dulu memang adalah negara rasis, menjadi semakin parah di masa pemerintahannya.

Sementara itu, aktivis lain bernama Myles Hoenig, menilai bahwa Trump telah menggunakan rasisme sebagai “prinsip panduan untuk memerintah dan melakukan pernyataan publik,”

Hoenig yang seorang mantan kandidat Kongres dari Green Party, menyatakan hal tersebut ketika membicarakan rating penerimaan masyarakat AS atas Trump dan Partai Republik.

Dalam polling CNN, kurang dari 3 dari 10 warga Amerika tidak menyukai Partai Republik.

Polling lain juga memperlihatkan bahwa mayoritas warga menolak kepemimpinan Trump yang bergaya memecah-belah.

Sementara itu, 66% warga menilai Trump lebih bisa memecah belah negara dibandingkan menyatukannya, demikian hasil survei dari ABC/Washington Post. (ra/presstv)

SHARE THIS: