AS Janji Lindungi Israel dari Pengadilan Pidana Internasional
Posted by @Editor on 12th September 2018
| 18 views

Aktualpress.com–AS mengumumkan keputusannya untuk tidak lagi bekerjasama dengan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) dan melindungi Israel dari badan yudisial itu.

AS juga mengancam penjatuhan sanksi terhadap pengadilan yang mereka sebut “tidak adil” itu.

Keputusan ini diumumkan oleh Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton di depan Federalist Society di Washington, DC, pada Senin (10/9/18).

Ia memperingatkan ICC agar tidak meneruskan investigasi atas kejahatan perang yang dilakukan Amerika di Afghanistan. Jika badan itu meneruskan penyusutan, Washington akan melarang para hakim ICC masuk ke AS dan menuntut mereka.

“Kami akan melarang hakim dan jaksa ICC masuk ke AS, menjatuhi sanksi atas uang mereka di sistem keuangan AS, dan menuntut mereka di sistem pidana AS,” tegas Bolton.

“Di muka bumi ini, kami tidak mengakui otoritas apapun di atas konstitusi Amerika,” imbuhnya.

Bolton juga mengecam investigasi ICC atas kejahatan “teman dan sekutu kami” Israel terhadap Palestina. Menurutnya, penyusutan terhadap “negara liberal dan demokratis” seperti Israel sama sekali tidak bisa diterima.

Lebih jauh lagi, ia mengancam negara manapun yang mendukung investigasi dan bekerjasama dengan ICC akan menjadi target sanksi dari AS.

Ia berjanji untuk “mencatat” negara-negara yang bekerjasam dengan ICC, dan memperingatkan bahwa tindakan itu akan mempengaruhi hubungan mereka dengan AS dan AS dapat mencabut bantuan dana kepada negara tersebut.

Pada Mei lalu, kemenlu Palestina meminta ICC untuk menyusut “kejahatan terhadap kemanusiaan” Israel dan kebijakan pemukiman ilegal negara itu. Kejahatan yang didakwakan kepada rezim Israel adalah diantaranya pengusiran, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, dan pembunuhan demonstran damai di Gaza.

 

Bela Israel, AS Veto Resolusi Perlindungan Sipil Palestina dari PBB

AS kembali memveto resolusi yang diusulkan oleh Kuwaiti kepada Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu menyerukan “perlidungan internasional” kepada warga sipil Palestina pasca genosida yang terjadi di Gaza.

Berpidato di pertemuan dewan, duta AS untuk PBB, Nikki Haley, menyebut resolusi itu hanya “pandangan sepihak yang kasar”.

Untuk membela Israel, Haley menuduh Hamas telah melakukan kekerasan di perbatasan Gaza dan Israel, dan secara sengaja menyusupi “pejuang teroris” mereka di demonstrasi ‘Great March of Return’.

“Kelompok teroris Hamas bertanggungjawab atas kondisi yang buruk di Gaza,” katanya sebelum pengumpulan suara untuk resolusi tersebut.

AS menjadi sat-satunya anggota dewan yang memveto usulan resolusi. Terdapat 10 suara setuju dan 4 abstein (Polandia, Inggris, Belanda, dan Ethiopia). Agar bisa diadopsi, sebuah resolusi harus mendapat 9 suara setuju dan tidak ada veto dari AS, Rusia, Cina, Prancis, dan Inggris. (ra/presstv)

SHARE THIS: