Jaminan Kesehatan Tertua di Dunia Dan BPJS Indonesia
Posted by Lestari on 13th September 2018
| 71 views

AktualPress.com – Seperti yang telah dilansir Tirto.id pada Jumat (7/9) lalu, ada jaminan kesehatan tertua di dunia, yaitu tepatnya di Inggris. Jaminan kesehatan tersebut diadakan setelah Perang Dunia ke-2.

Tepatnya pada Januari 1948, Menteri Kesehatan Inggris, Aneurin Bevan menjanjikan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Inggris. Jaminan kesehatan tersebut bernama National Health Service (NHS). Jaminan tersebut dipandang sebagai layanan terbaik di dunia, padahal saat itu Inggris sedang bangkrut akibat menghadapi Perang Dunia 2.

Pada saat itu, para dokter dan tenaga medis menolak NHS karena khawatir independensi dan kebebasan mereka terancam, karena semuanya akan diatur oleh negara.

Meski ditolak banyak pihak, layanan jaminan tersebut tetap diluncurkan pada 5 Juli 1948. Setelah peluncurannya, banyak masyarakat mengunjungi dokter-dokter yang mau dan terlibat dalam NHS. Selama ini sebagian masyarakat miskin tidak berobat karena tidak ada biaya, dengan adanya layanan tersebut, mereka pun berbondong-bondong untuk memeriksakan penyakit mereka.

Dokter-dokter yang mau masuk dalam daftar NHS ramai dikunjungi pasien, sedangkan dokter-dokter yang tidak mau masuk sepi dan tidak satu pun dikunjungi pasien. Karena terlalu lama sepi, mereka pun akhirnya ikut bergabung dan masuk dalam daftar NHS.

Dalam NHS, tidak ada iuran bulanan yang diwajibkan untuk masyarakat, alias gratis sepenuhnya. Dana NHS pun bersumber dari pajak. Berkat NHS, angka kematian di Inggris menurun. Menurut data dari Office for National Statistics, angka harapan hidup perempuan meningkat sebesar 83,1 tahun dan laki-laki meningkat sebesar 79,5 tahun. Selain itu, NHS juga mengurangi jumlah penderita TBC di Inggris yang awalnya menjadi penyebab kematian terbesar di negara tersebut.

Tidak hanya di Inggris, Indonesia pun memiliki layanan jaminan kesehatan yang bernama BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Visi dari BPJS sama dengan NHS yang di Inggris, yaitu memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya. Namun yang membedakan antara keduanya adalah: jika NHS sepenuhnya gratis, sedangkan BPJS tidak.

Dalam BPJS, masyarakat tetap diwajibkan membayar setiap bulan, kecuali bagi masyarakat yang kurang mampu. Sumber dana BPJS pun berasal dari iuran peserta, bukan dari pajak seperti NHS.

Dalam system dana seperti BPJS, defisit pasti akan terjadi jika fasilitas kesehatan (faskes) yang ikut dalam BPJS tidak proaktif dan melakukan upaya preventif untuk menyembuhkan penyakit pasien. Tidak hanya itu, dalam sistem BPJS pun sebenarnya cukup merugikan masyarakat karena masyarakat hanya diperkenankan untuk berobat di faskesnya masing-masing dan tidak boleh di faskes manapun. Jika ia sedang berada di luar kota dan kemudian penyakitnya kambuh, ia tidak bisa menggunakan layanan BPJS secara gratis karena bukan di faskesnya sendiri ia berobat. Jadi, meskipun setiap bulan ia bayar, tetap saja tidak berguna. Seharusnya pemerintah memperbarui sistem BPJS yang dapat mempermudah masyarakat untuk benar-benar mengurangi angka sakit dan kematian di Indonesia. (AL/Tirto)

SHARE THIS: