‘Teroris Mulai Syuting Serangan Kimia Palsu di Idlib’
Posted by @Editor on 13th September 2018
| 44 views

Aktualpress.com–Para teroris di Idlib, Suriah, telah memulai rekaman serangan kimia palsu untuk diberikan kepada media global pada hari Selasa (11/9/18), demikian laporan dari militer Rusia.

Sejumlah saluran televisi Timur Tengah dan AS diketahui telah dikirim ke Jisr al-Shughur di Idlib untuk memproduksi rekaman provokatif ini.

“Semua rekaman provokatif yang disiapkan di Jisr al-Shughur akan dikirim ke kantor berita di berbagai  TV, yang akan disiarkan setelah publikasi di media sosial,” papar pihak dari Russian Center for Syrian Reconciliation.

Menurut laporan mereka, berbagai kelompok Islamis ini dilengkapi dengan dua kanister “kimia berbasis klorin” untuk pelaksanaan operasi ini.

Militer Rusia juga menyebut dalam rekaman ini, akan ada adegan White Helmets yang berpura-pura membantu para korban senjata kimia yang disebut dijatuhkan oleh pemerintah Suriah.

Pemerintah Moskow telah berkali-kali memperingatkan bahwa akan ada operasi bendera palsu senjata kimia yang tengah disiapkan di Idlib, dalam rangka memberikan justifikasi kepada AS dan sekutunya untuk menyerang pemerintah Suriah.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa, Duta Rusia Vassily Nebenzya menekankan bahwa Damaskus tidak memiliki senjata kimia apapun untuk menyerang warganya sendiri. Serangan apapun dengan senjata kimia hanya akan menguntungkan para militan yang melawan pemerintah Suriah.

“Serangan bendera palsu oleh musuh Damaskus, dengan dukungan senjata dari luar negeri, adalah sangat mungkin terjadi. Kami punya bukti tak terbantahkan tentang persiapan [operasi ini],” tags Nebenzya.

 

Jelang Operasi Kimia Palsu, Akun YouTube Pemerintah Suriah Dihapus

Sejumlah akun Youtube yang berhubungan dengan media dan pemerintah Suriah telah dihapus menjelang operasi bendera palsu di Idlib dan serangan balasan dari Barat yang diperingatkan oleh Rusia.

Pada Sabtu (8/9/18) siang, akun-akun Youtube milik presiden Suriah dan Menteri Pertahanan lenyap dengan pesan tertulis: “Akun ini dihapus karena keluhan hukum,” atau“Akun ini dihapus karena pelanggaran syarat dan layanan YouTube.”

Sementara akun YouTube kantor berita SANA hilang dengan pesan tertulis: “Halaman ini tidak tersedia. Mohon maaf atas hal itu.”

Akun-akun ini diketahui mulai hilang sejak hari Sabtu setelah Gen. Joseph Dunford memperingatkan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan “opsi militer” sebagai pembalasan jika “ada senjata kimia yang digunakan” di Suriah. (ra/rt)

SHARE THIS: