Mayoritas Warga Yahudi Israel Merasa Sebagai ‘Manusia Pilihan’
Posted by @Editor on 14th September 2018
| 52 views

Aktualpress.com–Mayoritas warga Yahudi Israel, yaitu 56 persen, percaya bahwa mereka adalah ‘manusia pilihan’, menurut hasil survei yang digelar oleh Haaretz.

Survei yang dilakukan di hari Tahun Baru Yahudi ini memperlihatkan sejumlah fakta menarik lain tentang masyarakat Israel dan arah politik negara itu.

Salah satu hasil survei ini mungkin akan menjadi kekhawatiran orang-orang yang berharap melihat resolusi politik di Palestina berdasarkan hukum dan keadilan internasional, karena lebih dari setengah warga Yahudi Israel ditemukan masih mempercayai ‘Tanah Israel’ yang dijanjikan oleh Tuhan di kitab mereka.

Dengan mayoritas luas warga Israel Yahudi memegang kepercayaan ini, Haaretz menilai bahwa ada perang agama yang tengah berlangsung. Sikap relijiusitas Yahudi  Israeli disebut menjadi sebuah “substansi tak menyenangkan dari ketegangan politik yang sengit di kawasan.”

Hasil survei lain menyatakan, 54 persen warga Yahudi Israel percaya akan adanya Tuhan, dan 21 persen lainnya mempercayai suatu kekuatan superior tak terdefinisi selain Tuhan. Angka ini lebih tinggi dari negara Eropa Barat, tapi bukan di AS yang warganya sedikit yang mempercayai Tuhan.

Penemuan ini sedikit banyak menjelaskan konflik yang berjalan di arena internasional dan polarisasi antara Israel, AS, dan negara-negara sekutu di Eropa.

“Ketegangan hubungan politik antara Israel dan Uni Eropa, dan baru-baru inia antara UE dan AS juga, dapat dijelaskan berdasarkan kepercayaan relijius,” tulis Haaretz.  “Warga Israel dan Amerika melihat Eropa tak bertuhan dan dekaden, namun untuk Brahmin di Brussels, Israel dan AS mulai hanyut dalam fundamentalis gila.”

Survei lain: Mayoritas Warga Israel Dukung Solusi Militer dengan Palestina

Sebuah survei terbaru menemukan bahwa sebanyak 65% warga Yahudi-Israel percaya bahwa Israel harus “menang dalam konfrontasi militer dengan Palestina” untuk mengakhiri konflik.

Survei ini dilakukan oleh Israel Victory Plan, kepada sampel acak 800 orang dewasa Yahudi di Israel.

Menurut hasil yang telah dirilis, 77 persen responden setuju bahwa dalam peperangan selanjutnya dengan Hamas atau Hezbollah, tentara Israel harus menang. Sebanyak 58% responden meyakini bahwa pengakuan kekalahan dari Palestina adalah kondisi yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik.

Di level politik, 59 persen warga Israel melihat Presiden AS Donald Trump sebagai presiden Amerika paling suportif kepada Israel, dibandingkan 25 persen yang mengaku khawatir jika Trump menyembunyikan motivasi tertentu di balik dukungannya.

Mengenai keputusan pemerintah AS dalam memindahkan kedubes ke Yerusalem, mayoritas warga Israel percaya bahwa isu Yerusalem adalah hambatan terbesar dalam konflik yang terjadi.

Menurut survei ini, 39% responden percaya bahwa negosiasi adalah cara terbaik untuk membuat Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Dibandingkan dengan 28% dan 23% yang bahwa percaya bahwa cara terbaik adalah dengan menekan Palestina secara ekonomi. (ra/mintpress)

SHARE THIS: