Militer AS Khawatirkan Ketergantungan Berlebihan Terhadap Cina
Posted by @Editor on 9th October 2018
| 57 views

Aktualpress.com–Sebuah penelitian Pentagon yang dipesan oleh Presiden AS Donald Trump menemukan bahwa militer AS mengalami ketergantungan berlebihan atas komponen teknologi utama dari luar negeri, terutama Cina.

Penelitian ini mengidentifikasi ratusan instansi yang menjadi sumber produk-produk yang tidak dimiliki AS sehingga negeri Paman Sam itu bergantung sepenuhnya pada instansi-instansi tersebut.

Produk-produk yang terdeteksi adalah diantaranya micro-electronics dan komponen kecil seperti sirkuit terintegrasi dan transistor yang digunakan untuk satelit, rudal kapal,  drone, hingga ponsel. Demikian dikutip dari Reuters.

Penelitian Pentagon ini digerakkan oleh kebijakan America First milik Trump yang bertujuan untuk menghapus ketergantungan AS atas negara-negara asing yang berpotensi menjadi musuh di masa depan.

Cina sendiri dapat diklasifikasikan sebagai negara musuh AS melihat ketegangan perang dagang yang diluncurkan pemerintah Trump kepada macan Asia itu.

Hubungan militer antar kedua negara ini telah mengalami anjlok sebagai akibat dari perang dagang.

Beijing baru-baru ini menunda percakapan militer langsung dengan Washington, sementara AS menjatuhkan sanksi atas militer Cina dengan membeli jet perang dan sistem rudal dari Rusia.

 

Komandan AL AS Sarankan Persiapan Perang dengan Cina

Komandan tinggi Angkatan Laut AS di Asia-Pasifik, Harry Harris, mengatakan kepada Kongres bahwa Amerika harus mempersiapkan kemungkinan perang dengan Cina.

Berbicara di depan House Committee on Armed Services pada Kamis (15/2/18),  Harris mengungkapkan bahwa Cina sudah memperlihatkan niat yang “sangat jelas” untuk mendominasi Laut Cina Selatan.

“Menilai perilaku regional Cina, saya khawatir bahwa Cina akan berupaya mengacaukan aturan internasional, bukan hanya di Indo-Pasifik tapi juga dalam skala global,” ujarnya.

“Jika AS tidak bekerja dengan cepat, [Komando Pasifik] akan kesulitan menandingi Tentara Pembebasan Rakyat [人民解放軍] dalam medan perang di masa depan,” tambahnya.

Ia kemudian mengklaim bahwa Cina telah menggunakan “modernisasi militer, operasi pengaruh dan ekonomi predator untuk mengatur negara-negara tetangga demi keuntungan mereka.”

Pada hari Senin lalu, Departemen Pertahanan AS meminta Kongres untuk menyetujui penambahan anggaran untuk melawan “ancaman” dari Rusia, Cina, dan Korea Utara.

Pentagon meminta anggaran sebanyak $686 milyar untuk kebutuhan militer pada 2019. Permintaan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah AS.

Wakil Sekretaris Departemen Pertahanan, David L. Norquist, mengatakan kepada wartawan di hari yang sama bahwa penambahan anggaran itu bertujuan untuk menetralisasi ancaman yang dibuat Cina dan Rusia yang “ingin membentuk sebuah dunia yang konsisten dengan sistem otoriter mereka.”

Departemen Pertahanan AS juga tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan Unit Ekspedisi Marinir (MEU) bersenjata lengkap ke Asia Timur dalam rangka menekan pengaruh Cina di kawasan tersebut.  (ra/presstv)

SHARE THIS: