Pengamat Nilai Premium Jangan Dinaikkan Hingga 2019
Posted by redaksi2 on 14th October 2018
| 32 views

AktualPress.com— Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium tidak dilakukan sampai 2019.

Menurut Fahmi, kenaikan BBM jenis Premium akan memicu penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan inflasi yang menyebabkan rakyat miskin menderita.

“Kenaikan premium itu mempunyai korelasi positif terhadap inflasi dan daya beli masyarakat kita yang masih rendah, meski orang meminta naik, tapi saya pribadi meminta jangan dinaikkan dulu karena pertimbangan menggerus daya beli dan inflasi yang menyebabkan rakyat miskin akan menderita,” kata dia.

Dia berpendapat, melonjaknya harga minyak dunia memang memaksa negara-negara untuk menaikan harga BBM. Hal ini yang mendasari desakan kenaikan BBM  di Indonesia.

Selain itu, melonjaknya harga minyak dunia juga membebani migas di Indonesia, termasuk Pertamina yang saat ini menanggung beban subsdidi harga premium.

Akan tetapi, kata dia, beban tersebut tidak kemudian membuat Pertamina bangkrut. Sehingga jika dinaikan harga Premium, hanya mengurangi beban subsidi Pertamina.

Dia menyampaikan, jika premium dinaikkan, maka yang akan terkena dampak adalah rakyat. Sedangkan, Pertama masih mampu dan pemerintah juga bisa memberikan bantuan.

“Kita mau prorakyat apa pro-Pertamina, karena pertamina masih mampu, kalau Pertamina biding, Pemerintah masih bisa memberikan bantuan,” ujarnya. (Sihab/republika)

 

SHARE THIS: