Suhu Hingga 36 Derajat, BMKG Ajak Warga Hemat Pakai Air
Posted by redaksi2 on 14th October 2018
| 48 views

AktualPress.com— Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu panas di kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 36 derajat celcius dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BMKG Bima Topan Primadi mengatakan, normalnya suhu pada bulan Oktober itu hanya 35,2 derajat. Akan tetapi, saat ini suhu di kota Bima lebih panas ketimbang daerah lain di NTB.

“Saat ini suhu panas di Bima capai 36,5 derajat celsius. Sementara normalnya untuk bulan Oktober hanya 35.2 derajat. Untuk wilayah Lombok dan Sumbawa masih dalam kategori di bawah Bima,” kata Topan, Jumat (12/10).

Walaupun begitu, Bima menilai, suhu panas di Bima yang mencapai 36 derajat masih dianggap normal. Sebab, selisih angkanya belum mencapai 3 derajat dari suhu normal.

“Sementara dari 35,2 ke 36,5, belum sampai 3 derajat selisihnya, jadi belum dikatakan ekstrim,” ujarnya.

Data BMKG mencatat suhu panas dengan angka tertinggi juga sempat terjadi di Bima yakni mencapai 39 derajat pada tahun 2005 lalu. Untuk tahun ini, gelombang panas diperkirakan hanya mencapai titik tertinggi dengan angka 37 derajat celsius

Gelombang panas di Bima diperkirakan akan berlangsung hingga memasuki bulan Desember mendatang. Adanya peningkatan suhu panas tersebut terjadi karena uap air yang membentuk awan masih sangat sedikit sehingga tingkat radiasi matahari yang dirasakan oleh manusia sangat terasa.

Dalam hal ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi suhu udara yang sedang berlangsung. Selain itu, masyarakat juga perlu waspada terhadap terbentuknya titik-titik api karena adanya masyarakat yang membuka lahan pertanian dengan cara membakar sehingga memicu kebakaran hutan yang meluas.

BMKG memprediksi kemarau panjang ini masih terus berlangsung. Untuk itu, masyarakat diimbau agar menggunakan air secukupnya karena kondisi air yang terbatas.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk efisiensi penggunaan air, karena saat ini kondisi air sangat terbatas,” tandasnya. (Sihab/kompas)

SHARE THIS: