Kementerian Pariwisata Suriah Buka Aleppo untuk Turis
Posted by @Editor on 11th November 2018
| 34 views

Aktualpress.com–Kementerian Pariwisata Suriah merilis video promosi pariwisata kota Aleppo pada Senin (5/11/18) di laman Youtube.

Dengan ini, pemerintah Suriah akhirnya siap menerima turis ke situs-situs bersejarah di kota tersebut.

Di video tersebut, terlihat pemandangan kota Aleppo yang direkam dari udara. Warga Suriah juga terlihat sedang merekonstruksi bangunan-bangunan bersejarah di kota itu.

Pembukaan wisata ini dilakukan hampir dua tahun setelah tentara Suriah mengalahkan kelompok jihadis yang mengepung kota Aleppo.

Pertempuran tersebut merusak banyak bangunan bersejarah di kota tersebut. Video pariwisata menunjukkan bangunan yang hancur yang mulai diperbaiki atau dibangun kembali, sementara truk-truk besar membawa batu dan puing-puing.

Seorang wartawan dari RT baru-baru ini mengunjungi Aleppo dan merekam bagaimana infrastruktur di kota tersebut bersama-sama dibangun kembali.

Penduduk setempat bahkan mengaku bahwa mereka akhirnya bisa hidup dengan damai seperti di “masa lalu yang indah.”

Kisah Pembebasan Aleppo

Aleppo adalah kota yang indah, dengan penduduknya yang ramah. Di antara kota-kota lainnya di Suriah, Aleppo adalah kota tertua. Sebagaimana di tempat-tempat lainnya, sebuah kota tua yang terpelihara biasanya menciptakan aura damai bagi penduduk yang mendiaminya. Begitu pula yang selama ini terasa di kota Aleppo.

Akan tetapi, kedamaian dan keindahan itu lenyap sejak sekitar empat tahun yang lalu. Aleppo tiba-tiba saja dibanjiri para kombatan asing yang menamakan diri sebagai mujahidin dari sekitar 100 negara dunia. Sebenarnya, para kombatan itu juga membanjiri kota-kota penting Suriah lainnya, seperti Palmyra dan Idlib. Akan tetapi, Aleppo adalah markas terbesar kelompok-kelompok bersenjata tersebut.

Aleppo betul-betul luluh lantak. Ketika kelompok-kelompok itu merebut Aleppo, mereka melakukan segala macam kerusakan yang mungkin dilakukan. Mereka menghancurkan situs-situs peradaban sangat berharga, meledakkan bangunan peribadatan, menjarah pabrik, memenggal kepala warga sipil, dan lain sebagainya. Maka, puluhan ribu warga Aleppo pun menjadi pengungsi di negaranya sendiri.

Setelah empat tahun berlalu, warga Aleppo kembali ke kota mereka. Bersama tentara pemerintah yang dibantu oleh Rusia (dan Hizbullah Lebanon), mereka bahu-membahu mengusir para kombatan asing itu. Dan mereka menang! Rakyat pun bergembira. Mereka turun ke jalanan, berpawai berkeliling kota seperti sedang melakukan victory lap. Untuk pertama kalinya dalam empat tahun, ummat Kristiani Aleppo kembali bisa merayakan Natal dengan penuh keriangan. (ra/rt)

SHARE THIS: