Warga Israel Tutup Jalur Perlintasan Kargo ke Gaza
Posted by @Editor on 12th November 2018
| 40 views

Aktualpress.com —Para penduduk ekstrimis Israel menutup jalur perlintasan kargo ke Jalur Gaza dan mencegah truk-truk penyuplai barang kebutuhan dasar masuk ke wilayah pendudukan.

Menurut informasi dari Ma’an News Agency, para penduduk ini menghadang truk-truk yang membawa makanan, bensin, gas, dan material konstruksi ke Gaza lewat persimpangan Kerem Shalom pada Minggu (11/11/18).

Mereka mengklaim, penutupan jalan ini dilakukan sebagai respon dari insiden pembakaran layang-layang dan balon helium yang diterbangkan warga Palestina  dalam demo “Great March of Return”.

Persimpangan Kerem Shalom terletak di antara Jalur Gaza selatan dan wilayah pendudukan. Persimpangan ini merupakan pintu masuk utama bagi suplai barang-barang dan perdagangan ke Gaza.

Ini bukan pertama kalinya penduduk Israel mencoba menghadang suplai barang-barang ke Gaza. Rezim Tel Aviv secara rutin menutup perlintasan dan melarang suplai bantuan kemanusiaan.

Pada bulan Agustus lalu, rezim Israel memperketat blokade di Gaza dengan menutup jalan bagi pejalan kaki.

Terdapat tiga perlintasan menuju Gaza. Dua berada di bawah kontrol Israel dan satu lagi oleh Mesir.

Sebagai satu dari dua negara Arab yang memiliki hubungan terbuka dengan Israel, Mesir telah memblokade sisa wilayah ini dengan menutup perbatasan Rafah.

ank Dunia mengeluarkan peringatan keras mengenai situasi ekonomi Gaza. Dalam sebuah laporan pada Selasa (25/9/18), mereka menyebut ekenomi Gaza “terjun bebas” akibat blokade Israel dan kurangnya bantuan dana dari luar.

“Kombinasi dari perang, isolasi, dan perpecahan internal telah menyebabkan Gaza masuk ke situasi ekonomi yang melumpuhkan dan memperburuk penderitaan warganya,” kata Direktur Bank Dunia untuk Tepi Barat dan Gaza, Marina Wes.

“Sebuah situasi di mana orang-orang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menderita dari kemiskinan yang semakin buruk, pengangguran yang meningkat, dan layanan publik yang buruk seperti layanan kesehatan, air, dan sanitasi—merupakan situasi yang membutuhkan solusi mendesak, riil, dan berkelanjutan,” paparnya.

Meski disebutkan bahwa sebab utama kejatuhan Gaza adalah blokade yang dilakukan Israel, Bank Dunia juga melaporkan bahwa situasi ini diperburuk oleh “keputusan Pemerintah Palestina mengurangi pendanaan bulanan sebesar $30 juta ke [Gaza], pencabutan program bantuan $50-60 miliar pertahun oleh Pemerintah AS, dan pemotongan dana kepada United Nations Relief and Works Agency.”

Menurut Wes, Gaza tengah menghadapi defisit $1,24 miliar. Kondisi ini sangat buruk sehingga bantuan dana luar negeri saja tidak akan mampu melawan kejatuhan ekonomi di kawasan ini. (ra/presstv)

 

SHARE THIS: