CNN Ambil Tindakan Hukum terhadap Presiden Trump
Posted by @Editor on 15th November 2018
| 30 views

Aktualpress.com—Kantor berita CNN mengambil tindakan hukum terhadap Presiden AS Donald Trump karena melarang wartawan mereka masuk Gedung Putih.

Gedung Putih mengambil kartu pres milik koresponden senior CNN, Jim Acosta, setelah kejadian adu mulut antara sang wartawan dengan Presiden Trump dalam acara konferensi pers pekan lalu.

Selama konferensi pers itu, Acosta bersikeras mengajukan pertanyaan kepada Trump. Namun, Trump menanggapi dengan menyebutnya orang yang “kasar dan menjengkelkan” dan seharusnya tidak bekerja untuk CNN.

Selain gugatan yang diajukan terhadap Trump, ada lima tuntutan hukum lain dari CNN. Tuntutan lain diajukan terhadap kepala staf Gedung Putih, John Kelly, sekretaris pers, Sarah Sanders, wakil kepala staf untuk komunikasi, Bill Shine, direktur Secret Service, Randolph Alles, dan petugas Secret Service yang mengambil kartu pers Acosta pada Rabu lalu.

Sarah Sanders menanggapi gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS itu dengan mengatakan bahwa pemerintah akan “membela diri dengan keras”.

Trump memang dikenal sering menghina media dan jurnalis di negaranya. Ia menilai laporan-laporan media mendistorsi pandangan dan kebijakannya selama menjabat sebagai presiden. Ia pun menyebut pekerja media sebagai “musuh rakyat.”

Trump menggambarkan media sebagai penipu dan licik. Ia mengatakan, media politik menipu masyarakat dengan cara yang sulit dipercaya. Perseteruan kandidat kontroversial dari Partai Republik ini dengan media kembali ke peristiwa beberapa bulan lalu; yaitu ketika Trump menolak untuk berpartisipasi dalam sebuah debat televisi dan memprotes cara tanya jawab seorang pembawa acara perempuan.

Selain itu, kebanyakan media Amerika, bahkan sekelompok majalah milik kubu konservatif di negara ini menulis artikel yang mengkritik keras sikap Trump. Kelompok media tersebut meliput luas slogan dan retorita keras Trump terhadap imigran, Muslim dan perempuan. Hal ini tentunya membuat marah kandidat miliarder dari Partai Republik tersebut. (ra/presstv/parstoday)

SHARE THIS: