Pengungsi Rohingya Tolak Kembali ke Myanmar
Posted by @Editor on 17th November 2018
| 53 views

Aktualpress.com–Ribuan warga Muslim Rohingya di kamp-kamp pengungsian Bangladesh memprotes rencama pemulangan mereka ke Myanmar.

“Tidak, tidak, kami tidak akan pergi,” teriak ratusan demonstran Rohingya di kamp Unchiprang di perbatasan Bangladesh-Myanmar pada Kamis (15/11/18).

Beberapa demonstran terlihat membawa plakat bertuliskan “Kami ingin keadilan” dan “Kami tidak akan kembali ke Myanmar tanpa status kewarganegaraan kami.”

Pemerintah Bangladesh telah mulai mempersiapkan pemulangan angkatan pertama warga Rohingya sebanyak 2.200 pada hari Kamis. Namun, sampai sore hari tidak ada pengungsi yang berhasil dipindahkan ke seberang perbatasan.

Menlu Myanmar, Myint Thu, menyalahkan Bangladesh atas hal ini, tetapi ia mengatakan bahwa pihaknya masih siap menerima para pengungsi.

“Pihak Bangladesh belum mengirim siapapun sampai sekarang. Jujur saja, Bangladesh lemah dalam mengikuti pengaturan fisik,” ucapnya.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka telah melakukan kesepakatan pemulangan bagi 720.000 pengungsi Rohingya dimulai pada “pertengahan November”.

Namun, PBB mengecam kesepakatan itu, dengan alasan bahwa pemulangan paksa seperti itu akan mengancam hidup para pengungsi.

Tim pencari fakta PBB yang dipimpin eks Jaksa Agung Indonesia, Marzuki Darusman, merilis laporan bahwa militer Myanmar masih menargetkan kekerasan terhadap komunitas Muslim Rohingya.

“Saya khawatir bahwa kekejaman masih berlaku sampai hari ini. Bahkan sampai detik ini, sisa warga Rohingya masih menderita penindasan paling parah dan tidak ada yang berubah secara fundamental selama setahun terakhir, sejak Agustus 2017,” kata Darusman kepada wartawan dalam konferensi pers pada Rabu (24/10/18).

Konferensi pers tersebut dilakukan di hari pertemuan Dewan Keamanan PBB sesuai permintaan dari Inggris, Prancis, AS, dan 6 negara anggota lainnya.

“Yang terjadi saat ini adalah perlakuan genosida yang berlanjut,” tegasnya.  (ra/presstv)

 

SHARE THIS: